Peraturan Akademik

BAB I
PENGERTIAN DASAR

Pasal 1
Definisi

Dalam Surat Keputusan Direktur ini, yang dimaksud dengan :
1. Pendidikan tinggi adalah kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan teknologi dan/atau kesenian.
2. Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi yang dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.
3. Pendidikan akademik adalah pendidikan yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian yang diselenggarakan oleh akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.
4. Pendidikan profesional adalah pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu dan diselenggarakan oleh akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.
5. Program studi adalah kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan akademik dan/atau profesional yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum serta ditujukan agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap sesuai dengan sasaran kurikulum.
6. Semester adalah suatu waktu kegiatan yang terdiri dari 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 sampai 3 minggu penilaian.
7. Sistem Kredit Semester adalah satu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan sistem kredit semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan penyelenggaraan program.
8. Satu sks adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh melalui satu jam kegiatan terjadwal yang diiringi oleh dua sampai empat jam perminggu oleh tugas lain yang terstruktur maupun yang mandiri selama satu semester.
9. Indek Prestasi (IP) adalah penjumlahan dari perkalian nilai mutu setiap mata kuliah yang diambil didalam suatu program studi dengan nilai kredit masing-masing mata kuliah tersebut, dibagi dengan jumlah nilai kredit semua mata kuliah, sebagai berikut :

Catatan :
IP = Indek Prestasi
Mi = Nilai mutu suatu mata kuliah
Ki = Nilai kredit mata kuliah yang bersangkutan
n = Jumlah mata kuliah yang telah diambil dalam suatu program studi
10. Indek Prestasi Semester (IPS) adalah IP dari kemajuan belajar mahasiswa pada semester tertentu.
11. Indek Prestasi Kumulatif (IPK) adalah IP dari kemajuan belajar sejak dari semester pertama sampai semester dimana diadakan perhitungan.

BAB II
MANAJEMEN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Agar supaya AMIK Depati Parbo dapat mencapai tujuan kompetensi maka penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kepada sistem kredit semester.

Pasal 2
Pengontrakkan Mata Kuliah
1. Setiap semesternya Akademik akan menawarkan sejumlah matakuliah yang boleh dikontrak oleh setiap Mahasiswa.
2. Banyaknya matakuliah yang boleh kontrak oleh seorang mahasiswa ditentukan oleh jumlah sks yang dibenarkan, dimana jumlah sks tersebut ditentukan oleh IP mahasiswa yang bersangkutan.
3. Dalam keadaan apapun juga, setiap mahasiwa tidak dibenarkan mengontrak matakuliah melebihi jumlah sks yang dibenarkan.

Pasal 3
Semester Pendek
1. Kesempatan untuk mengikuti semester pendek yang dilaksanakan pada waktu libur semester (pergantian antara Tahun Akademik).
2. Mahasiswa yang dapat mengikuti Semester Pendek adalah mahasiswa yang telah memasuki minimal semester V (lima).
3. Mahasiswa yang mengambil semester pendek seperti yang dimaksud ayat (2) diatas adalah mahasiswa yang tidak lulus ketika mengikuti matakuliah pada semester reguler maupun mahasiswa yang belum pernah mengikuti matakuliah tersebut pada semester reguler.
4. Mahasiswa yang akan mengikuti semester pendek mendaftar ke Program Studi dengan membayar biaya kuliah semester pendek ke Bagian Keuangan.
5. Beban kredit yang dapat diikuti pada Semester Pendek adalah 12 (dua belas) SKS atau 4 (empat) matakuliah.
6. Perkuliahan Semester Pendek untuk setiap matakuliah dapat dilaksanakan apabila jumlah peserta 10 orang.
7. Jumlah matakuliah yang ditawarkan pada Semester Pendek maksimal 8 (delapan) matakuliah untuk setiap program studi.

BAB III
TUJUAN
Penyelenggaran pendidikan dalam sistem kredit semester (SKS) bertujuan agar akademi dapat menyajikan program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel sesuai dengan perkembangan teknologi dan seiring dengan tuntutan pangsa pasar kerja, sehinga memberikan kemudahan kepada mahasiswa baru untuk :
1. Menyelesaikan program studi tepat waktu.
2. Memilih mata kuliah sesuai dengan minat dan kemampuan.
3. Dapat mengevaluasi kemajuan belajar dengan baik.

Pasal 4
Kurikulum dan Program Studi
1. Kesatuan rencana belajar seperti yang dimaksud dalam pasal 2 dinyatakan dalam bentuk kurikulum yang menyatakan jumlah kegiatan akademik dari program studi yang ditawarkan.
2. Akademi berkewajiban membina dan menyelenggarakan program studi yang dimaksud.

Pasal 5
Pelaksanaan Program Studi
Untuk melaksanakan dan mengembangkan program studi tersebut perlu ditetapkan peraturan Akademik yang berkaitan dengan aspek-aspek sebagai berikut :

a. Sanksi Akademik
b. Mata Kuliah
c. Sistem Studi Mahasiswa
d. Sistem Evaluasi
e. Administrasi Akademik

BAB IV
SANKSI AKADEMIK
Pasal 6
Ketentuan Akademik dan Sanksi
1. Selama mengikuti pendidikan di Akademi ini, setiap mahasiswa berkewajiban untuk mematuhi segala ketentuan yang ditetapkan oleh akademi.
2. Setiap mahasiswa akan mendapat sanksi akademik jika tidak mematuhi ketentuan yang sudah ditetapkan oleh akademi.

Pasal 7
Prasyarat Memasuki Semester 2
1. Seorang mahasiswa yang telah belajar selama satu semester efektif pada semester satu dapat melanjutkan studinya ke semester dua bila :
a. Indeks prestasi melebihi 1,50.
b. Nilai E yang dibenarkan maksimal untuk 3 (tiga) matakuliah.
2. Kepada mahasiswa yang tidak memenuhi ayat (1) tersebut diatas dapat diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi atas persetujuan Direktur.

Pasal 8
Prasyarat Memasuki Semester 3
1. Persyaratan bagi seorang mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke semester tiga adalah :
a. Telah lulus 20 sks.
b. Indeks prestasi melebihi 1,55.
c. Nilai E yang dibenarkan maksimal untuk 3 (tiga) matakuliah.
2. Kepada mahasiswa yang tidak memenuhi ayat (1) tersebut diatas dapat diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi atas persetujuan Direktur

Pasal 9
Prasyarat Memasuki Semester 4
1. Persyaratan bagi seorang mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke semester empat adalah :
a. Telah lulus 30 sks.
b. Indeks prestasi melebihi 1,65.
c. Nilai E yang dibenarkan maksimal untuk 2 (dua) matakuliah.
2. Kepada mahasiswa yang tidak memenuhi ayat (1) tersebut diatas dapat diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi atas persetujuan Direktur

Pasal 10
Prasyarat Memasuki Semester 5
1. Persyaratan bagi seorang mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke semester lima adalah :
a. Telah lulus 40 sks
b. Indeks prestasi melebihi 1,75.
c. Nilai E yang dibenarkan maksimal untuk 2 (dua) matakuliah.
2. Kepada mahasiswa yang tidak memenuhi ayat (1) tersebut diatas dapat diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi atas persetujuan Direktur

Pasal 11
Prasyarat Memasuki Semester 6
1. Persyaratan bagi seorang mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke semester enam adalah :
a. Telah lulus 50 sks
b. Indeks prestasi melebihi 1,70.
c. Nilai E yang dibenarkan maksimal untuk 2 (dua) matakuliah.
2. Kepada mahasiswa yang tidak memenuhi ayat (1) tersebut diatas dapat diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi atas persetujuan Direktur

Pasal 12
Prasyarat Memasuki Semester 8
1. Persyaratan bagi seorang mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke semester delapan adalah :
a. Telah lulus 60 sks
b. Indeks prestasi melebihi 1,90.
c. Nilai E yang dibenarkan maksimal untuk 1 (dua) matakuliah.
2. Kepada mahasiswa yang tidak memenuhi ayat (1) tersebut diatas dapat diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi atas persetujuan Direktur

Pasal 13
Pemberhentian Mahasiswa
1. Seorang mahasiswa dapat diberhentikan studinya untuk sementara waktu atau seterusnya disebabkan hal-hal sebagai berikut :
a. Melakukan perbuatan yang bersifat merendahkan martabat Civitas Akademika seperti Yayasan, Karyawan dan mahasiswa sendiri.
b. Melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan kegaduhan, kekacauan di dalam maupun di luar kampus yang merusak nama baik almamater, seperti berkelahi, meminum-minuman keras, mengedarkan atau menggunakan obat terlarang, mencuri, mengadakan aksi tempel poster, demonstrasi, pengacauan, penganiayaan yang dapat membahayakan jiwa dan harta benda orang lain, maka yang bersangkutan dikeluarkan dari Akademik. Dan segala biaya penggantian dibebankan kepada yang bersangkutan dan perkaranya dapat dilanjutkan kepada kepolisian RI.
c. Melakukan perbuatan asusila yang bertentangan dengan peraturan Agama, Adat-istiadat dan hukum yang berlaku.
d. Melakukan kecurangan seperti mencontek, memberi, menerima dan membawa jimat(contekan), pada waktu Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester maupun ujian praktek. Hal ini diatur secara tersendiri dalam tata tertib ujian.
2. Pemberhentian seperti tersebut diatas baik untuk sementara maupun untuk seterusnya dilakukan oleh Direktur.
3. Jangka waktu pemberhentian sementara seperti tersebut diatas, tidak diperhitungkan lamanya masa studi.

Pasal 14
Ketentuan Melanjutkan Pendidikan
1. Mahasiswa yang diberhentikan studinya untuk sementara waktu sebagaimana tersebut pada pasal 13 diatas dapat melanjutkan studinya kembali, setelah mengajukan permohonan tertulis kepada Direktur.
2. Mahasiswa yang menghentikan studinya secara tidak sah (tanpa izin / rekomendasi dan pengesahan Direktur) tidak diperkenankan melanjutkan studinya di Akademi ini. Apabila ingin meneruskan kuliahnya maka dia tercatat sebagai mahasiswa baru yang mendapat perlakuan sama dalam hak dan kewajiban.

BAB V
MATA KULIAH

Pasal 15
Penjelasan Kurikulum
1. Mata kuliah – mata kuliah Program studi Manajemen Informatika terdiri dari Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusional.
2. Kurikulum institusional merupakan sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi, terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan.
3. Kurikulum Inti dan kurikulum institusional terdiri dari :
a. Kelompok matakuliah pengembangan kepribadian (MPK)
b. Kelompok matakuliah keahlian dan ketrampilan (MKK)
c. Kelompok matakuliah keahlian berkarya (MKB)
d. Kelompok matakuliah prilaku berkarya (MPB)
e. Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB)
4. Matakuliah – matakuliah tersebut diatas merupakan matakuliah yang harus diambil oleh setiap mahasiswa dari tiap program studi.

Pasal 16
Matakuliah dan Silabus
1. Setiap mata kuliah atau tugas akademik lainnya yang terstruktur dan diberikan secara terjadwal dilengkapi dengan kode huruf, kode nomor dan diberikan bobot yang dinamakan nilai kredit.
2. Tujuan dan materi kuliah dinyatakan dalam silabus yang disusun oleh akademik.
3. Usulan perubahan sebagai mana dimaksud diatas dapat diajukan oleh biro akademis / pembantu direktur kepada direktur.

BAB VI
SISTEM STUDI MAHASISWA
Pasal 17
Penyelesaian program studi
1. Setiap mahasiswa boleh menyelesaikan pendidikan paling cepat dalam masa 6 (enam) semester.

Pasal 18
Perubahan Matakuliah
1. Mata kuliah diasuh dan dikembangkan oleh akademik.
2. Penambahan, penghapusan, penggabungan dan pemecahan mata kuliah dalam program studi diasuh oleh direktur

Pasal 19
Susunan Matakuliah
1. Semua matakuliah yang ditawarkan untuk suatu program studi (kurikulum program studi) ditetapkan oleh direktur dan terdaftar pada biro Akademis.

2. Perubahan susunan matakuliah dari suatu program studi diadakan paling cepat sesudah satu tahun pelaksanaan keputusan di atas.

Pasal 20
Penjelasan Semester
1. Satu tahun Akademik pada dasarnya dibagi atas 2 (dua) semester yaitu semester ganjil dan semester genap. Setiap semester terdiri dari minimal 14 minggu kuliah aktif atau (14 kali tatap muka) maksimal 16 kali tatap muka.
2. Pada setiap semester ditawarkan sejumlah mata kuliah

Pasal 21
Beban SKS
1. Setiap program studi pada jenjang pendidikan D III memikul beban 110 – 120 SKS untuk Akademi.
2. Banyaknya beban minimal setiap program studi ditetapkan oleh direktur.

Pasal 22
Ketentuan SKS
1. Besarnya beban studi mahasiswa pada setiap semester sekurang – kurangnya 12 SKS dan sebanyak-banyaknya 24 SKS.
2. Jumlah SKS yang dapat diambil oleh seorang mahasiswa dalam satu semester tergantung pada Indek Prestasi dari semester sebelumnya dengan ketentuan sebagai berikut :

Indek Prestasi Semester(IPS) Maksimum Jumlah SKS
yang boleh dikontrak
Kurang dari 1,50 12 SKS
Dari 1,50 sampai dengan 1,99 15 SKS
Dari 2,00 sampai dengan 2,49 18 SKS
Dari 2,50 sampai dengan 2,99 21 SKS
Sama atau besar dari 3,00 24 SKS

Pasal 23
Skripsi
1. Skripsi/Tugas Akhir adalah satu karangan ilmiah yang didasarkan atas suatu penelitian (lapangan, laboratorium, perpustakaan) yang merupakan suatu tugas akhir dari mahasiswa.
2. Skripsi/Tugas Akhir dikelompokkan kedalam matakuliah wajib.
3. Skripsi/Tugas Akhir adalah tugas akademik dengan bobot 4 SKS.
4. Penulisan Skripsi/tugas Akhir didasarkan pada pedoman yang dibuat dalam peraturan sendiri.
5. Seorang mahasiswa dapat mengambil tugas akhir bila telah menyelesaikan beban studi sebanyak 100 SKS dari 118 SKS dan telah lulus mata kuliah metodologi penelitian.
6. Skripsi/tugas akhir dipertahankan pada sidang skripsi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pasal 24
Penasehat Akademik
1. Untuk kelancaran studi mahasiswa ditunjuk penasehat akademik atau pembimbing yang disingkat PA.
2. Penasehat Akademik adalah dosen yang ditunjuk untuk memberi nasehat bagi kelancaran studi mahasiswa.
3. Pembimbing adalah dosen yang ditunjuk untuk membimbing mahasiswa dalam melakukan penelitian dan penulisan skripsi.
4. Seorang penasehat akademis membimbing mahasiswa minimal 10 mahasiswa (sepuluh orang mahasiswa).
5. Seorang Penasehat akademis bertugas membimbing mahasiswa paling sedikit selama 2 (dua) semester Kecuali bilamana diperlukan penggantian dalam masa tersebut.
6. Penasehat Akademis diangkat dan diberhentikan oleh direktur.

Pasal 25
Tanggung Jawab PA
Tugas dan tanggung jawab penasehat akademis adalah :
a. Memberi bimbingan dan nasehat kepada mahasiswa tentang cara-cara belajar yang baik dalam menyelasaikan studi.
b. Menjelaskan dan memberi petunjuk kepada mahasiswa tentang program studinya.
c. Memberi nasehat kepada mahasiswa dalam memilih matakuliah yang sesuai dengan studinya.
d. Membantu mahasiswa dalam menyusun rencana studi, memilih matakuliah yang tepat dan sesuai kemampuan, minat dan bakat mahasiswa serta tujuan pendidikan.
e. Memberikan peringatan kepada mahasiswa yang berprestasi rendah.
f. Meneliti sebab-sebab dan memberikan persetujuan atas perubahan rencana studi mahasiswa.
g. Memberi laporan dan rekomendasi tentang mahasiswa yang diasuhnya bila diperlukan .
h. Menyediakan waktu yang cukup untuk berkonsultasi dengan mahasiswa di kampus.
i. Mengikuti dan memperhatikan segala segi perilaku mahasiswa.

Pasal 26
Hak dan Kewajiban Mahasiswa
Hak dan kewajban mahasiswa terhadap penasehat Akademis :
a. Dapat berkonsultasi bila diangap perlu atau melaporkan kesulitan-kesulitan yang dialaminya dalam mengikuti pendidikan.
b. Wajib berkonsultasi secara periodik dalam menyusun rencana studi dan PA yang membimbingnya .

Pasal 27
Dosen Pembimbing
1. Untuk membuat Skripsi/tugas akhir mahasiswa dibimbing oleh dua pembimbing.
2. Pembimbing diangkat dan diberhentikan direktur.

Pasal 28
Tanggungjawab Dosen Pembimbing
Tugas dan tanggunjawab Pembimbing :
1. Membimbing mahasiswa didalam membuat proposal skripsi/tugas akhir atau tugas-tugas khusus yang harus dikerjakan oleh mahasiswa.
2. Mengawasi pelaksanaan penelitian yang dilakukan mahasiswa dalam rangka penulisan skripsi.
3. Memeriksa dan menandatangani Skripsi/tugas yang telah dikerjakan mahasiswa.

BAB VII
SISTEM EVALUASI
Secara umumnya suatu evaluasi bertujuan untuk mengetahui keberhasilan penyelenggaraan kegiatan Akademik terutama dalam proses belajar mengajar antara mahasiswa dengan dosen. Lebih terperinci lagi, evaluasi bertujuan untuk :
a. Menetapkan beban studi mahasiswa berdasarkan (IPS) Indek Prestasi Semester sebelumnya.
b. menentukan kelanjutan studi mahasiswa berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Pasal 29
Bentuk Evaluasi
1. Evaluasi terhadap kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi kuliah atau akademik dapat ditetapkan lebih objektif maka harus dilaksanakan evaluasi dalam bentuk ujian atau bentuk lain.
2. Evaluasi dilakukan secara rapi dan teratur.
3. Ujian yang dimaksud dalam ayat 2 diatas secara umum terdiri dari :
a. Ujian semester
b. Ujian profesional.

Pasal 30
Frekuensi Evaluasi
1. Dalam satu semester diadakan dua kali ujian, yaitu :
a. Ujian Tengah Semester (UTS)
b. Ujian Akhir Semester (UAS)
2. Ujian tengah semester diadakan setelah dilaksanakan 8 (delapan) kali pertemuan.

3. Ujian akhir semester diadakan sesudah masa perkuliahan semester terakhir dengan sarat minimal 14 kali dari kegiatan kuliah dan praktikum yang terjadwal telah dilaksanakan oleh dosen.

Pasal 31
Pelaksanaan Evaluasi
1. Evaluasi dilaksanakan secara tertulis, dan dilaksanakan secara terjadwal sesuai dengan kalender pendidikan yang telah ditetapkan.

Pasal 32
Peningkatan Kemampuan Mahasiswa
Untuk meningkatkan kemampuan setiap mahasiswa, maka kepada mahasiswa dapat dibebankan tugas-tugas seperti berikut :
a. Pekerjaan Rumah
b. Seminar Kelompok
c. Membuat Koleksi
d. Laporan Studi Kasus
e. Kajian Perpustakaan atau Laporan Buku
f. Penterjemahan.

Pasal 33
Bentuk Ujian Profesional
1. Ujian propesional dapat berbentuk seperti Ujian Laboratorium Komputer

Pasal 34
Persyaratan Ujian Profesional
1. Ujian Propesional diadakan pada tahap akhir penyelesaian studi program diploma.
2. Persyaratan untuk menempuh ujian Propesional
a. Memenuhi kurun waktu studi
b. Memiliki jumlah dam komposisi SKS sesuai dengan program studi
c. IPK sama atau lebih besar dari 2,00.
d. Tidak Mempunyai nilai E.
e. Jumlah SKS dari mata kuliah yang memiliki nilai D sebanyak 12 SKS dari total program studi.
f. Telah menyelesaikan tugas akhir.

Pasal 35
Penilaian Ujian
1. Penilaian ujian menggunakan nomor absolut (penilaian acuan patokan) atau norma relatif (penilaian acuan norma), tergantung pada proses belajar mengajar, keadaan populasi dan jenis mata kuliah.

2. Norma absolut digunakan bilamana proses belajar mengajar menuntut penguasaan yang akurat dan matang untuk mencapai kemahiran dalam kegiatanpsikomotorik (tujuan intruksional khusus).
3. Norma relatif digunakan bilamana sebaran nilai cukup rendah dan populasi yang cukup besar.

Pasal 36
Nilai
1. Nilai akhir suatu matakuliah adalah nilai gabungan dari hasil-hasil ujian dan nilai tugas-tugas.

Pasal 37
1. Pemberian nilai akhir dari suatu mata kuliah dinyatakan dengan Nilai Angka (NA) dari 0 (nol) hingga 100 (seratus) dengan Nilai Mutu (NM).
2. Pemberian nilai mutu dapat dinyatakan dengan Angka Mutu (AM) dan Mutu (M).
3. Hubungan antara Nilai Angka dengan Nilai Mutu adalah sebagai berikut :

Nilai Anka
( NA ) Nilai Mutu
( NM ) Angka Mutu
( AM ) Mutu
( M )
80 -100 A 4 Sangat Baik
65 – 79 B 3 Baik
55 – 64 C 2 Cukup
45 – 54 D 1 Kurang
0 – 44 E 0 Gagal

Pasal 38
Nilai Matakuliah Jurusan
1. Nilai akhir mata kuliah jurusan paling kurang adalah C.
2. Kriteria mata kuliah jurusan ditentukan oleh direktur.

Pasal 39
Persyaratan Pelaksanaan Ujian Akhir
Ujian akhir semester dari suatu mata kuliah hanya dapat dilaksanakan apabila minimal 90% dari kegiatan kuliah dan praktikum yang terjadwal telah dilaksanakan oleh dosen yang bersangkutan.

Pasal 40
Persyaratan Kehadiran Mengikuti Ujian
Seorang mahasiswa diperkenankan menempuh ujian akhir semester untuk suatu matakuliah apabila mahasiswa bersangkutan telah mengikuti perkuliahan (dan praktikum) sebesar minimal 75% dari jumlah perkuliahan matakuliah tersebut apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Mahasiswa yang bersangkutan mengikuti perkuliahan tidak kurang dari 75% Kehadiran dikelas yang telah ditentukan.
2. Mahasiswa yang bersangkutan mengikuti praktikum wajib tidak kurang dari 75% kehadiran di laboratorium sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jika kurang dari 75% tidak dibenarkan mengikuti ujian mata kuliah yang bersangkutan.
3. Mahasiswa yang bersangkutan membuat/menyerahkan laporan-laporan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen pada waktunya.
4. Mahasiswa yang bersangkutan tidak melanggar disiplin/ peraturan akademis.

Pasal 41
Ujian Susulan
Bagi mahasiswa yang telah mengikuti kuliah dan praktikum minimal 75% akan tetapi tidak bisa menempuh Ujian Tengah Semester yang telah terjadwal, karena sakit atau halangan lain dengan alasan-alasan yang syah (dengan bukti autentik) dan dapat diterima oleh direktur, maka ia dapat menempuh ujian mata pelajaran tersebut yang waktunya dapat diatur secara tersendiri.

Pasal 42
Ketentuan Ujian Akhir Semester
1. Bila seorang mahasiswa mempunyai kesempatan mengikuti ujian akhir semester (berdasarkan) Ketentuan Absensi pada suatu matakuliah, tetapi tidak mengikuti ujian tersebut disebabkan oleh sesuatu alasan yang tidak dapat diterima maka nilai mata kuliahnya dinyatakan E (gagal).
2. Nilai matakuliah seorang mahasiswa dinyatakan TL (tidak lengkap) apabila mahasiswa tersebut tidak mengikuti ujian tengah semester (UTS) karena suatu alasan yang dapat diterima dan tidak menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan pada suatu matakuliah tersebut.
3. Untuk melengkapi nilai TL, mahasiswa diwajibkan mengikuti ujian TL sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh biro Akademis sepengetahuan Direktur.
4. Nilai TL seperti tersebut diatas akan menjadi E (gagal) bila mahasiswa tersebut tidak mengukuti ujian TL yang telah dijadwalkan.
5. Dalam menghitung IP, matakuliah yang bernilai TL tidak dihitung.

Pasal 43
Perbaikan Nilai
1. Perbaikan nilai yang diinginkan terhadap suatu mata kuliah yang pernah diambilnya harus termasuk kedalam Kartu Rencana Studi dan masuk dalam perhitungan matakuliah yang dapat ditempuhnya.
2. Dalam perbaikan nilai tersebut mahasiswa diharuskan untuk mengikuti perkuliahan / praktikum dan tugas-tugas lainnya .
3. Nilai akhir yang diperoleh dengan perubahan nilai tersebut merupakan nilai yang sah dan dicatatkan dalam daftar nilai akademis.

Pasal 44
Wisuda
Seorang mahasiswa dinyatakan telah lulus dalam suatu program dan jenjang Diploma (D-III) dan dapat diusulkan harus mempunyai persyaratan seperti berikut:
a. Minimal telah mengumpulkan jumlah SKS yang disyaratkan untuk program studi bersangkutan (pasal 21).
b. Indek Prestasi Kumulatif sekurang-kurangnya 2,00.
c. Tidak memiliki nilai E.
d. Jumlah SKS dari mata kuliah yang memiliki nilai D Sebanyak-banyaknya 10% (12 SKS) dari total program studi.
e. Telah berhasil menyelesaikan dan mempertahankan (bila diisyaratkan) Skripsi atau tugas akhirnya.

Pasal 45
Predikat Yudisium
1. Yudisium adalah penilaian atas hasil ujian yang dilakukan pada akhir jenjang pendidikan Diploma III.
2. Untuk yudisium mahasiswa sebagaimana tersebut diatas ditentukan suatu predikat.
3. Predikat yang dimaksud di atas adalah :
a. Cum Laude, bila :
1. Indeks prestesi komulatif sekurang-kurangnya 3,50.
2. Masa penyelesaian studi paling lama sama dengan minimal penyelesaian program yang ditetapkan secara resmi.
3. Tidak ada nilai C dan D.
b. Sangat memuaskan, bila :
1. Indeks Kumulatif antara 2,75 – 3,49.
2. Masa penyelesaian studi paling lama sama dengan minimal penyelesaian program ditambah 2 (dua) semester.
3. Tidak ada nilai D.
c. Memuaskan apabila :
Indeks prestasi Kumulatif antara 2,00 – 2,74.

BAB VIII
ADMINISTRASI AKADEMIK

Kegiatan akademik berdasarkan kepada Kalender Akademik diterbitkan pada setiap awal tahun akademik.

Pasal 46
Nomor Buku Pokok Mahasiswa
Setiap mahasiswa yang terdaftar di Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Depati Parbo mempunyai satu nomor regitrasi yang berbeda dengan mahasiswa lainnya.

Pasal 47
Registrasi Ulang
1. Setiap mahasiswa sah terdaftar pada suatu semester apabila :
a. Membayar uang kuliah pada tepat dan waktu yang telah ditentukan.
b. Mendaftarkan diri ke Biro Akademis dengan membawa bukti pembayaran uang kuliah dan telah mengisi formulir pendaftaran.
c Berkonsultasi dengan Pembimbing Akademis (PA) untuk menentukan matakuliah yang akan diikuti pada semester yang bersangkutan dengan mengisi KRS yang ditanda tangani oleh Pembimbing Akademis (PA) dan telah menyerahkannya ke Biro Akademis dalam waktu yang telah ditentukan.

Pasal 48
Fasilitas
Mahasiswa yang telah terdaftar pada dasarnya berhak mendapat atau mengunakan fasilitas Akademik yang tersedia pada Akademik sesuai dengan peraturan yang berlaku.

BAB IX
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 49
Hal-hal lain
1. Ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan pelaksanaan Administrasi Akademik dan peraturan tata tertib secara teknis diatur lebih lanjut dalam peraturan tersendiri.
2. Hal-hal lain yang belum diatur dalam keputusan ini akan diatur dalam peraturan tersendiri.

Pasal 50
Penetapan Ketentuan
Surat keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila dibelakang hari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diperbaiki seperlunya.

Ditetapkan di : Sungai Penuh
Pada tanggal : Sept. 2014

Direktur,

FERDINAL. R, S.KOM.,M.KOM
NIDN. 1019027501

TATA TERTIB MAHASISWA

AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (AMIK) DEPATI PARBO KERINCI
SEPTEMBER 2014

BAB I
PENGERTIAN DASAR
Pasal 1
Definisi
1. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Depati Parbo adalah akademi swasta yang dibina dan diselenggarakan oleh Yayasan Depati Parbo Kerinci.
2. Mahasiswa AMIK Depati Parbo adalah setiap individu yang terdaftar secara sah di Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Depati Parbo.
3. Peraturan tata tertib adalah semua aturan yang ditetapkan oleh akademi yang bertujuan untuk mensukseskan kegiatan penyelenggaraan pendidikan di Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Depati Parbo.
4. Tridarma perguruan tinggi adalah tugas pokok dari perguruan tinggi yang mencakup kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
5. Warga kampus adalah setiap individu yang terlibat secara lansung dengan AMIK Depati Parbo yang meliputi unsur pimpinan, staf dosen, karyawan administrasi dan mahasiswa.

BAB II
KETENTUAN UMUM
Pasal 2
Aspek dan Ruang Lingkup Peraturan
Tata tertib ini mencakup aspek prilaku, perbuatan dan aktivitas mahasiswa yang berhubungan dengan kewajiban, larangan dan sanksi yang berlaku di akademi ini.

Pasal 3
Maksud dan Tujuan
1. Peraturan tata tertib mahasiswa ini dimaksudkan untuk mensukseskan kegiatan penyelenggaraan proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan suasana tertib, damai dan teratur.
2. Tujuan tata tertib mahasiswa ini adalah :
a. Agar terbinanya rasa persatuan dan kesatuan sesama warga kampus AMIK Depati Parbo.
b. Agar terbentuknya individu yang beriman dan bertaqwa (imtaq) kepada Tuhan Yang Maha Esa.
c. Agar supaya terarahnya aktivitas di kampus yang merupakan pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
d. Agar supaya tidak terjadinya perbuatan-perbuatan mahasiswa yang bertentangan dengan norma-norma dan ketentuan yang berlaku.

BAB III
KEWAJIBAN
Pasal 4
Peraturan dan Ketentuan
1. Setiap mahasiswa wajib menjaga dan memelihara nama baik almamater di luar kampus
2. Setiap Mahasiswa wajib mematuhi segala peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kopertis Wilayah X, Yayasan Depati Parbo dan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Depati Parbo

Pasal 5
Peraturan Pekaian Mahasiswa
1. Setiap Mahasiswa wajib mematuhi segala peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kopertis Wilayah X, Yayasan Depati Parbo dan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Depati Parbo.

Pasal 6
Perkuliahan dan Administrasi
1. Sebelum mengikuti dan menyelesaikan suatu program pendidikan seperti kuliah, ujian dan kegiatan akademik lainnya setiap Mahasiswa wajib mendaftar ulang pada setiap semester.
2. Mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan dan kegiatan akademik lainnya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh akademi.

Pasal 7
Saling Menghormati
Dalam rangka mewujudkan ketertiban dan keamanan di dalam kampus, setiap Mahasiswa berkewajiban untuk :
a. Menghormati Pimpinan Yayasan / Akademi / Jurusan, Dosen serta Karyawan dalam lingkungan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Depati Parbo.
b. Menciptakan suasana pergaulan yang akrab penuh kerukunan dan saling menghormati sesama warga kampus.

Pasal 8
Keamanan dan Ketertiban
1. Setiap Mahasiswa wajib menjauhkan diri dari perbuatan, ucapan dan tindakan yang menimbulkan pertentangan, gejolak yang tidak diinginkan dan atau menimbulkan kerusakan, kecelakaan, kekacauan atau kesengsaraan kepada orang lain.
2. Setiap Mahasiswa wajib menciptakan keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan perkuliahan, praktikum, diskusi ilmiah, penelitian, ujian dan rapat atau pertemuan yang telah diumumkan dari pimpinan.

Pasal 9
Memelihara Fasilitas dan Lingkungan
Agar terwujudnya pengunaan fasilitas dan sarana secara efektif maka setiap Mahasiswa berkewajiban untuk :
1. Memelihara sarana dan prasarana yang disediakan oleh Yayasan Depati Parbo.
2. Menggunakan sarana dan prasarana secara teratur dan sopan.
3. Ikut bertanggung jawab didalam menciptakan ketertiban, kebersihan dan keindahan kampus.

Pasal 10
Penampilan
1. Di dalam lingkungan kampus, setiap Mahasiswa wajib berpakaian rapi, bersih dan sopan sesuai dengan kepribadian bangsa indonesia.
2. Setiap Mahasiswa tidak dibenarkan pakai kaos oblong.
3. Mahasiswi tidak dibenarkan memakai celana jean yang ketat dan pakaian yang ketat.
4. Setiap Mahasiswa tidak dibenarkan berambut gondrong dan berpenampilan seperti perempuan.

BAB IV
LARANGAN DAN SANKSI
Pasal 11
Larangan Merokok
Agar supaya AMIK Depati Parbo dapat melahirkan lulusan yang berbudi pekerti luhur, sopan dan bisa meyesuaikan diri dengan lingkungan, situasi dan kondisi, maka setiap Mahasiswa tidak dibenarkan merokok selama berada di ruangan kuliah, laboratorium, sekretariat ataupun kegiatan akademik lainnya.

Pasal 12
Larangan Menggangu Ketentraman Akademik
Setiap mahasiswa tidak dibenarkan untuk menganggu perkuliahan, praktikum, ujian, kelancaran administrasi, rapat baik yang dilaksanakan oleh pimpinan / jurusan / atau pun lembaga kemahasiswaan.

Pasal 13
Larangan Berbuat Asusila
1. Setiap Mahasiswa tidak dibenarkan terlibat dalam perkelahian, mencuri, meminum minuman keras, memiliki, mengedarkan atau menyalah gunakan narkotika dan obat terlarang, berjudi atau perbuatan yang sejenis atau bentuk lain yang menyangkut ketentaraman orang lain.
2. Setiap Mahasiswa tidak dibenarkan melakukan perbuatan asusila yang bertentangan dengan agama, adat istiadat, peraturan dan hukum yang berlaku.

Pasal 14
Hukuman
1. Setiap Mahasiswa yang melanggar peraturan dan ketentuan akademi ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang diperbuat.
2. Bentuk sanksi yang dimaksud dapat berupa seperti berikut :
a. Teguran secara lisan atau secara tulisan.
b. Diberhentikan studinya untuk sementara.
c. Diberhentikan studinya untuk seterusnya.

Pasal 15
Aturan Mahasiswa yang Diberhentikan
1. Setiap Mahasiswa yang dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan negeri dikeluarkan atau tidak dapat diterima kembali di Akademi ini.
2. Setiap Mahasiswa yang menerima sanksi diberhentikan sementara dapat diterima kembali setelah mendapat persetujuan Direktur.

BAB V
PENUTUP
Pasal 16
Pengawasan
Pengawasan dan pelaksanaan ketentuan tata tertib ini merupakan tanggung jawab pimpinan / jurusan.

Pasal 17
Hal-Hal Lain
Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib akan diatur secara sendiri.

Pasal 18
Penetapan Ketentuan
Ketentuan ini berlaku semenjak tanggal ditetapkan dan apabila terdapat kekeliruan dan kesalahan akan diperbaiki sebagai mana mestinya.

Ditetapkan di : Sungai Penuh
Pada tanggal : Juni 2011
Direktur,

FERDINAL. R, S.KOM.,M.KOM
NIDN.1019027501